MEDIA
DAN SUMBER BELAJAR
I. Pengertian media dan sumber
belajar
Menurut Anna Suhaena,S (1998)
menurutnya sumber belajar adalah manusia, bahan, kejadian, peristiwa, setting,
teknik yang membangun kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak didik untuk
belajar memperoleh pengetahuan.
Menurut Anggani Sudono (1995), Sumber belajar adalah segala macam bahan yang
dapat digunakan untuk memberikan informasi maupu berbagai keterampilan pada
murid maupun guru. Sumber belajar merupakan semua hal dapat memberikan masukan
dan informasi maupun pengertian pada anak, yaitu hal-hal yang dapat memudahkan
proses belajar anak.
II. Jenis-Jenis Sumber Belajar dan
Media Pembelajaran
Berbagai cara dapat dilakukan
untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi media pembelajaran. Berikut akan
diuraikan beberapa pendapat para ahli :
a. Rudy Bretz
Melihat media dari tiga unsur pokok yaitu suara,
visual dan gerak.
b. Sadiman
dkk
Mengklasifikasikan media menjadi
1. Media grafis, misalnya foto dan
sketsa
2. Media audio, misalnya radio dan tape
recorder
3. Media proyeksi diam, misalnya film
dan televise
c. Santoso S. Hamijaya
Mengklasifikasikan media sebagai berikut :
1. Media dan teknologi yang digunakan
secara massa, meliputi : TV, Film, slide dan radio
2. Media dan teknologi yang digunakan
secara individual, meliputi : kelas atau laboratorium elektronik, alat-alat
otoinstruktif.
3. Media dan teknologi yang digunakan
secara konvensional, yaitu yang dugunakan guru baik dikelas maupun diluar kelas
dalamm kelompok kecil maupun besar.
4. Media dan teknologi modern, meliputi
: ruang kelas otomatis, sistem proyeksi ganda dan sistem interkomnukiasi.
Dari beberapa pendapat para ahli
diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis dari media pembelajaran itu memiliki
beberapa aneka ragam. Yang dapat digunakan oleh seorang pendidik sesuai dengan
kapasitas media yang dimiliki oleh sekolah masing-masing dan yang dapat
manfaatkan sesuai situasi kondisi saat proses pembelajaran disekolah. Agar
dapat mempelancar interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga kegiatan
pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.
Ada beberapa jenis media pengajaran
yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama, media grafis
seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster dan lain-lain. Media
grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran
panjang dan lebar. Kedua,media tiga dimensi yaitu dalam bentuk
model seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja, diorama
dan lain-lain. Ketiga, media Proyeksi seperti slide, film,
penggunaan OHP dan lain-lain. Keempat, penggunaan lingkungan
sebagai media pengajaran.
Penggunaan media di atas tidak
dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting
adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran.
Media maupun sumber belajar secara
garis besarnya, terdiri atas dua jenis yaitu :
a. Media atau sumber belajar yang
dirancang, yaitu media dan sumber belajar yang secara khusus dirancang atau
dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas
belajar yang terarah dan bersifat formal.
b. Media atau sumber belajar yang dimanfaatkan,
yaitu media dan sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keprluan
pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan
untuk keperluan pembelajaran.
Media yang telah dikenal dewasa ini
tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya
bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara
pembuatannya. Dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam :
1. Media Auditif
2. Media visual
3. Media audio visual
b.Dilihat dari daya liputnya, media dibagi kedalam :
1. Media dengan daya liput luas dan
serentak. Contoh : radio dan televisi
2. Media dengan daya liput yang
terbatas oleh ruang dan tempat. Contoh : film dan sound slide.
3. Media untuk pengajaran individual.
Contoh : modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
c. Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi ke
dalam :
1. Media sederhana
2. Media ini bahan dasarnya mudah
diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaanya tidak
sulit.
3. Media kompleks adalah media yang
bahan dan alat pembuatanya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit
membuatnya dan penggunaanya memerlukan keterampilan yang memadai.
Selain itu, dapat pula diuraikan
beberapa jenis alat yang dapat digunakan dalam media pembelajaran, diantaranya
sebagai berikut :
a. Papan tulis, Papan tulis mempunyai
nilai tertentu, seperti penyajian bahan dapat dilakukan secara jelas, kesalahan
tulisan mudah diperbaiki, dapat merangsang anak untuk aktif, dapat menarik
perhatian. Penggunaan papan tulis memerlukan keterampilan menulis dan kerajinan
membersihkannya.
b. Bulletin board dan display, Ini
mempunyai nilai tertentu, seperti tempat mempertontonkan gambar-gambar khusus
yang menunjukkan benda, poster atau karya kelas lainnya, dapat digunakan
sebagai papan pengumuman kelas, pengumuman sekolah atau petugas, dan mampu
memperluas minat anak dan menimbulkan semangat serta tanggung jawab bersama.
c. Gambar dan ilustrasi fotografi, Bisa
bersifat konkret, tak terlalu terbatas pada ruang dan waktu, membantu
memperjelas masalah, membantu kelamahan indera, mudah didapat, relatif murah
dan mudah digunakan.
d. Slide dan film strip, Merupakan
gambar yang diproyeksikan, dapat dilihat dan mudah dioperasikan.
Disekolah-sekolah tradisional hampir tak pernah digunakan, karena slide dan
filmstrip mensyaratkan sumber tenaga listrik dan perangkat keras.
e. Rekaman pendidikan, Melalui alat ini
kita dapat mendengarkan cerita, pidato, musik, sajak, pengajian. Selain itu,
mempunyai nilai yaitu dapat memberikan bermacam-macam bahan, pelajaran dapat
lebih konkret, mendorong aktivitas belajar dan sebagainya.
f. Radio pendidikan, Radio pendidikan biasanya
tidak dipergunakan penuh langsung untuk tujuan pendidikan. Di radio pendidikan
biasanya siaran khusus untuk pendidikan diatur dengan jadwal.
g. Televisi pendidikan, Media ini
mempunyai nilai tertentu, yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkuan luas,
memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat.
h. Peta dan globe, Peta adalah
penyajian visual dari muka bumi, globe adalah bola bumi atau model. Kedua ini
berbeda secara gardual akan tetapi saling melengkapi.
i. Buku pelajaran, Buku pelajaran
mempunyai nilai tertentu yaitu, membantu guru merealisasikan kurikulum,
memudahkan kontinuitas pelajaran, dapat dijadikan pegangan dan sebagainya.
j. Alat teknologi pendidikan lainnya
adalah mesin belajar dan belajar berprogram, laboratorium bahsa, komputer,
kemah dan lain sebagainya yang juga merupakan media pendidikan yang mengandung
nilai-nilai pendidikan.
Pengklasifikasian
sumber belajar menurut Nana Sudjana terbagi ke dalam 5 bentuk
sebagai berikut:
1.
Sumber belajar tercetak, seperti buku, majalah dan koran,
2.
Sumber
belajar non cetak, seperti film, slide, radio dan video,
3.
Sumber belajar berbentuk fasilitas, seperti aula, perpustakaan
dan studio,
4.
Sumber belajar berupa kegiatan, seperti seminar, wawancara dan observasi,
5.
Sumber belajar berupa lingkungan, seperti taman kota dan pabrik.
AECT (Association For Education Communication and Technology) 1979
mengklasifikasikan jenis sumber belajar menjadi 6 yaitu:
1.
Pesan (message), yaitu informasi
yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam bentuk ide,
fakta, arti dan data. Termasuk ke dalam kelompok pesan adalah semua
bidang studi, materi pokok atau mata kuliah yang harus diberikan pelayanan kepada para
pengguna PSB.
2.
Orang (people), yaitu manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan. Dalam kelompok ini
jika dilihat dari sisi internal dimasukan para staff Pusat Sumber Belajar itu
sendiri yang ada pada struktur organisasi PSB, yaitu:Kepala
Sekolah, Koordinator PSB, Tenaga Adminitrasi, Ketua unit pengembangan sistem
pembelajaran, Ketua unit pelayanan, dan Ketua unit pengembangan media. Selain
para staff PSB itu sendiri juga, siswa/mahasiswa, guru/dosen/intruktur dan
tenaga kependidikan termasuk kedalam sumber belajar itu.
3.
Bahan (materials), yaitu perangkat
lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun
oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori bahan terdiri dari 2
kriteria, yaitu material sederhana dan material mutakhir, misalnya tranparansi,
slide, film, audio, video, modul,
majalah, dan lain-Iain.
4.
Alat (devices), yaitu perangkat keras
yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya, proyektor slide,
overhead, video tape, pesawat
televisi,
5.
Teknik (techniques), yaitu prosedur
atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Contohnya
pembelajaran terprogram, belajar sendiri,
demonstrasi, ceramah, dan Iain-Iain
6.
Lingkungan (setting), yaitu situasi
sekitar di mana pesan disampaikan, lingkungan bisa bersifat fisik (gedung
sekolah, perpustakaan, laboratorium, studio, dan sebagainya) maupun lingkungan non
fisik (suasana belajar dan Iain-Iain)
III. Manfaat media pembelajaran
Selain keempat nilai media
pembelajaran di atas masih terdapat pula nilai-nilai yang lainnya dari
pemanfaatan media pembelajaran di TK yaitu berikut ini :
1. Memungkinkan anak berinteraksi
secara langsung dengan lingkungannya.
2.
Memungkinkan
adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing anak
3.
Membangkitkan
motivasi belajar anak.
4.
Menyajikan
informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut
kebutuhan
5.
Menyajikan
pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh anak
6.
Mengatasi
keterbatasan waktu dan ruang.
7. Mengontrol arah dak kecepatan
belajar anak.
· Manfaat Peralatan Media Pembelajaran
Diantara
manfaat atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
a. Memperjelas penyajian pesan agar
tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan
belaka).
b. Mengatasi perbatasan ruang, waktu
dan daya indera, seperti:
1. Objek yang terlalu besar digantikan
dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
2. Obyek yang kecil dibantu dengan
proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.
3. Gerak yang terlalu lambat atau
terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.
4. Kejadian atau peristiwa yang
terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film
bingkai, foto maupun secara verbal.
5.Obyek yang terlalu kompleks
(mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll.
6.Konsep yang terlalu luas (gunung
berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film
bingkai, gambar,dll.
c. Dengan menggunakan media pendidikan
secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi.
Dalam hal ini media pembelajaran
berguna untuk:
1. Menimbulkan kegairahan belajar
2.Memungkinkan interaksi yang lebih
langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
3.Memungkinkan anak didik belajar
sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
d. Dengan sifat yang unik pada tiap
siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan
kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru
akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila
latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi
dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam
1. Memberikan perangsang yang sama
2. Mempersamakan pengalaman
3. Menimbulkan persepsi yang sama.
IV. Peran
Media Dalam Pembelajaran
a. Belajar dan pembelajaran
Belajar merupakan perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang disebabkan oleh adanya interaksi antara individu peserta didik dengan informasi atau lingkungan (Molenda, 1996:9). Terjadi proses belajar jika terjadinya perubahan itu disebabkan oleh adanya interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar, bukan karena faktor pertumbuhan atau kedewasaan (maturity). Proses belajar terjadi pada setiap saat. Belajar dapat terjadi pada saat kita berjalan, menonton TV, mendengarkan radio, bercakap-cakap dengan orang lain, dsb. Peristiwa belajar secara insidental tersebut bukan yang menjadi titik perhatian para pendidik. Para pendidik menekankan proses belajar yang terjadi dalam usaha kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran merupakan pengaturan kondisi atau lingkungan yang memberikan fasiltas atau kemudahan belajar. Lingkungan dimaksud bukan hanya lingkungan tempat belajar, tetapi meliputi pula metode, media, dan peralatan yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan memberi bantuan belajar siswa. Pengaturan informasi dan lingkungan tersebut biasanya menjadi tanggungjawab pendidik dan perancang media. Pilihan strategi pembelajaran menentukan pengaturan lingkungan belajar (metode, media, dan fasilitas) dan cara bagaimana informasi pembelajaran disajikan. Jadi proses pembelajaran atau proses belajar mencakup pemilihan, pengaturan, dan penyampaian informasi dalam lingkungan yang tepat dan dan cara bagaimana peserta didik berinteraksi dengan lingkungan pembelajaran.
a. Belajar dan pembelajaran
Belajar merupakan perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang disebabkan oleh adanya interaksi antara individu peserta didik dengan informasi atau lingkungan (Molenda, 1996:9). Terjadi proses belajar jika terjadinya perubahan itu disebabkan oleh adanya interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar, bukan karena faktor pertumbuhan atau kedewasaan (maturity). Proses belajar terjadi pada setiap saat. Belajar dapat terjadi pada saat kita berjalan, menonton TV, mendengarkan radio, bercakap-cakap dengan orang lain, dsb. Peristiwa belajar secara insidental tersebut bukan yang menjadi titik perhatian para pendidik. Para pendidik menekankan proses belajar yang terjadi dalam usaha kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran merupakan pengaturan kondisi atau lingkungan yang memberikan fasiltas atau kemudahan belajar. Lingkungan dimaksud bukan hanya lingkungan tempat belajar, tetapi meliputi pula metode, media, dan peralatan yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan memberi bantuan belajar siswa. Pengaturan informasi dan lingkungan tersebut biasanya menjadi tanggungjawab pendidik dan perancang media. Pilihan strategi pembelajaran menentukan pengaturan lingkungan belajar (metode, media, dan fasilitas) dan cara bagaimana informasi pembelajaran disajikan. Jadi proses pembelajaran atau proses belajar mencakup pemilihan, pengaturan, dan penyampaian informasi dalam lingkungan yang tepat dan dan cara bagaimana peserta didik berinteraksi dengan lingkungan pembelajaran.
b. Peran media dalam pembelajaran
Media mempunyai banyak peran dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran. Bentuk pembelajaran dapat berpusat pada guru (instructor-directed instruction) atau berpusat pada siswa (student-centered learning). Dalam bentuk pembelajaran berpusat pada guru, media digunakan oleh guru sebagai alat bantu ajar (teaching aid). Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, media berperan sebagai media yang dapat mengajar sendiri dengan tanpa atau sedikit bantuan guru (self instructional media).
Media mempunyai banyak peran dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran. Bentuk pembelajaran dapat berpusat pada guru (instructor-directed instruction) atau berpusat pada siswa (student-centered learning). Dalam bentuk pembelajaran berpusat pada guru, media digunakan oleh guru sebagai alat bantu ajar (teaching aid). Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, media berperan sebagai media yang dapat mengajar sendiri dengan tanpa atau sedikit bantuan guru (self instructional media).
V. Fungsi Media dalam Pembelajaran
Teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran lazimnya selalu diasosiasikan dengan media TV, radio, slide tape, film, dan sebagainya, yang kesemuanya termasuk dalam kategori perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software). Sebenarnya, pengertian teknologi pendidikan lebih daripada sekedar perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari salah satu definisi teknologi pendidikan yang berbunyi "proses sistematis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keseluruhan proses belajar mengajar, dan proses komunikasi dengan melibatkan manusia dan sumber belajar yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran" (Anderson, 1976, p. 19). Teknologi pendidikan merupakan bidang garapan yang berupaya membantu proses belajar manusia dengan menggunakan sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personalia (AECT, 1977). Teknologi pembelajaran merupakan teori dan praktek tentang disain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi terhadap proses dan sumber untuk belajar (AECT 1994).
Penggunaan media dalam pembelajaran didasarkan atas konsep dan prinsip teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan seperti dikemukakan di depan merupakan bidang garapan yang berusaha membantu proses belajar manusia dengan jalan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personel ( Gafur,dkk. 1986, p. 2). Sumber belajar dimaksud meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan (POBATEL). Sumber belajar dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu pertama sumber belajar yang direncanakan (misalnya TV Pendidikan, Kaset Pendidikan, Modul, Transparansi), dan kedua sumber belajar karena dimanfaatkan (misalnya ruang sidang pengadilan yang digunakan oleh mahasiswa yang mempelajari cara mengadili).
Jadi dalam rangka konsep dan prinsip teknologi pendidikan, media merupakan bagian dari sumber belajar. Agar pemanfaatannya optimal, sumber belajar tersebut perlu dikembangkan. Kegiatan pengembangan sumber belajar meliputi riset, disain, pemilihan, produksi, penyediaan logistik, pemanfaatan, dan penyebarluasan. Kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber belajar tidak lain dimaksudkan untuk mebantu proses belajar siswa yang memiliki berbagai karakteristik dan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
Dengan menggunakan media sebagai produk teknologi pendidikan, diharapkan dapat dipetik beberapa keuntungan, antara lain: pendidikan menjadi lebih produktif, efektif, efisien, berdaya mampu tinggi, aktual, serempak, merata, dan menarik.
Secara garis besar, fungsi media dalam pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama sebagai alat bantu pembelajaran (teaching aids), dan kedua sebagai media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri tanpa bantuan pendidik (self instructional media). Media sebagai alat bantu pengajaran mengandung makna bahwa penggunaan media tersebut tergantung pada pendidik. Media tersebut digunakan untuk membantu pendidik dalam mengajar. Contoh media sebagai alat bantu pembelajaran misalnya, kapur, papan tulis, peta, bola dunia, bagan, grafik, proyektor slide,transparansi, OHP, dsb. Semua media tadi merupakan alat bantu bagi pendidik dalam mengajar. Media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri dengan sedikit atau tanpa bantuan Pendidik, misalnya modul, komputer multimedia, paket pengajaran berprograma, buku resep, buku petunjuk pengoperasian suatu peralatan (user manual),dsb. Seperti pada tabel 2
Teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran lazimnya selalu diasosiasikan dengan media TV, radio, slide tape, film, dan sebagainya, yang kesemuanya termasuk dalam kategori perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software). Sebenarnya, pengertian teknologi pendidikan lebih daripada sekedar perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari salah satu definisi teknologi pendidikan yang berbunyi "proses sistematis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keseluruhan proses belajar mengajar, dan proses komunikasi dengan melibatkan manusia dan sumber belajar yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran" (Anderson, 1976, p. 19). Teknologi pendidikan merupakan bidang garapan yang berupaya membantu proses belajar manusia dengan menggunakan sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personalia (AECT, 1977). Teknologi pembelajaran merupakan teori dan praktek tentang disain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi terhadap proses dan sumber untuk belajar (AECT 1994).
Penggunaan media dalam pembelajaran didasarkan atas konsep dan prinsip teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan seperti dikemukakan di depan merupakan bidang garapan yang berusaha membantu proses belajar manusia dengan jalan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personel ( Gafur,dkk. 1986, p. 2). Sumber belajar dimaksud meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan (POBATEL). Sumber belajar dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu pertama sumber belajar yang direncanakan (misalnya TV Pendidikan, Kaset Pendidikan, Modul, Transparansi), dan kedua sumber belajar karena dimanfaatkan (misalnya ruang sidang pengadilan yang digunakan oleh mahasiswa yang mempelajari cara mengadili).
Jadi dalam rangka konsep dan prinsip teknologi pendidikan, media merupakan bagian dari sumber belajar. Agar pemanfaatannya optimal, sumber belajar tersebut perlu dikembangkan. Kegiatan pengembangan sumber belajar meliputi riset, disain, pemilihan, produksi, penyediaan logistik, pemanfaatan, dan penyebarluasan. Kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber belajar tidak lain dimaksudkan untuk mebantu proses belajar siswa yang memiliki berbagai karakteristik dan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
Dengan menggunakan media sebagai produk teknologi pendidikan, diharapkan dapat dipetik beberapa keuntungan, antara lain: pendidikan menjadi lebih produktif, efektif, efisien, berdaya mampu tinggi, aktual, serempak, merata, dan menarik.
Secara garis besar, fungsi media dalam pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama sebagai alat bantu pembelajaran (teaching aids), dan kedua sebagai media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri tanpa bantuan pendidik (self instructional media). Media sebagai alat bantu pengajaran mengandung makna bahwa penggunaan media tersebut tergantung pada pendidik. Media tersebut digunakan untuk membantu pendidik dalam mengajar. Contoh media sebagai alat bantu pembelajaran misalnya, kapur, papan tulis, peta, bola dunia, bagan, grafik, proyektor slide,transparansi, OHP, dsb. Semua media tadi merupakan alat bantu bagi pendidik dalam mengajar. Media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri dengan sedikit atau tanpa bantuan Pendidik, misalnya modul, komputer multimedia, paket pengajaran berprograma, buku resep, buku petunjuk pengoperasian suatu peralatan (user manual),dsb. Seperti pada tabel 2
Klasifikasi Media Menurut Fungsinya
Kelompok media Media Pembelajaran Mandiri (self instructional media) Alat Bantu Pengajaran (teaching aids)
1. Audio (suara) - Audio tape (open reel, casette tape) - Telepon
- Intercom
2. Bahan cetak (termasuk gambar/foto) - Teks Terprogram,
- Manual
- Modul
- Buku pedoman/petunjuk
- Hand out
- Papan tulis
- Grafik
- Transparansi
- Peta
- Globe
3. Gambar mati yang diproyeksikan - Slide, film strip (bisa disertai narasi/penjelasan) - Slide
- Transparansi
- Film strip
4. Audio-cetak (kombinasi 1 dan 2) - Lembaran kerja disertai tape
- Peta/diagram disertai narasi - Lembarankerja disertai audio tape
- Peta/diagram disertai narasi
5. Audio visual yang diproyeksikan - Film strip diberi narasi
- Sound-slide -
6. Gambar bergerak - Film tanpa suara - Film tanpa suara
7. Gambar/film bersuara - Film bersuara
- Video-tape
- Audio-vision (Video disertai alat peraga benda nyata) - Film bersuara, video tape
8. Obyek/benda - Benda nyata
- Model/tiruan benda - Specimen
- Benda nyata
- Model/tiruan benda
9. Hubungan antar pribadi dan pengalaman langsung (Pendidik, teman sejawat) - - Permainan
- Simulasi
- Kunjungan lapangan
- Diskusi kelompok
10. Komputer Komputer Alat Bantu Ajar (CAI)
Internet
Web Course Tool (WBCT) - Komputer multimedia
Kelompok media Media Pembelajaran Mandiri (self instructional media) Alat Bantu Pengajaran (teaching aids)
1. Audio (suara) - Audio tape (open reel, casette tape) - Telepon
- Intercom
2. Bahan cetak (termasuk gambar/foto) - Teks Terprogram,
- Manual
- Modul
- Buku pedoman/petunjuk
- Hand out
- Papan tulis
- Grafik
- Transparansi
- Peta
- Globe
3. Gambar mati yang diproyeksikan - Slide, film strip (bisa disertai narasi/penjelasan) - Slide
- Transparansi
- Film strip
4. Audio-cetak (kombinasi 1 dan 2) - Lembaran kerja disertai tape
- Peta/diagram disertai narasi - Lembarankerja disertai audio tape
- Peta/diagram disertai narasi
5. Audio visual yang diproyeksikan - Film strip diberi narasi
- Sound-slide -
6. Gambar bergerak - Film tanpa suara - Film tanpa suara
7. Gambar/film bersuara - Film bersuara
- Video-tape
- Audio-vision (Video disertai alat peraga benda nyata) - Film bersuara, video tape
8. Obyek/benda - Benda nyata
- Model/tiruan benda - Specimen
- Benda nyata
- Model/tiruan benda
9. Hubungan antar pribadi dan pengalaman langsung (Pendidik, teman sejawat) - - Permainan
- Simulasi
- Kunjungan lapangan
- Diskusi kelompok
10. Komputer Komputer Alat Bantu Ajar (CAI)
Internet
Web Course Tool (WBCT) - Komputer multimedia