Sabtu, 17 Desember 2016


MEDIA DAN SUMBER BELAJAR



I. Pengertian media dan sumber belajar
Menurut Anna Suhaena,S (1998) menurutnya sumber belajar adalah manusia, bahan, kejadian, peristiwa, setting, teknik yang membangun kondisi yang memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar memperoleh pengetahuan.
            Menurut Anggani Sudono (1995), Sumber belajar adalah segala macam bahan yang dapat digunakan untuk memberikan informasi maupu berbagai keterampilan pada murid maupun guru. Sumber belajar merupakan semua hal dapat memberikan masukan dan informasi maupun pengertian pada anak, yaitu hal-hal yang dapat memudahkan proses belajar anak.
II. Jenis-Jenis Sumber Belajar dan Media Pembelajaran
     Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengklasifikasi dan mengidentifikasi media pembelajaran. Berikut akan diuraikan beberapa pendapat para ahli :
 a. Rudy Bretz
Melihat media dari tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak.
 b.  Sadiman dkk
Mengklasifikasikan media menjadi
1.    Media grafis, misalnya foto dan sketsa
2.    Media audio, misalnya radio dan tape recorder
3.    Media proyeksi diam, misalnya film dan televise
     c.  Santoso S. Hamijaya
Mengklasifikasikan media sebagai berikut :
1.    Media dan teknologi yang digunakan secara massa, meliputi : TV, Film, slide dan radio
2.    Media dan teknologi yang digunakan secara individual, meliputi : kelas atau laboratorium elektronik, alat-alat otoinstruktif.
3.    Media dan teknologi yang digunakan secara konvensional, yaitu yang dugunakan guru baik dikelas maupun diluar kelas dalamm kelompok kecil maupun besar.
4.    Media dan teknologi modern, meliputi : ruang kelas otomatis, sistem proyeksi ganda dan sistem interkomnukiasi.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis dari media pembelajaran itu memiliki beberapa aneka ragam. Yang dapat digunakan oleh seorang pendidik sesuai dengan kapasitas  media yang dimiliki oleh sekolah masing-masing dan yang dapat manfaatkan sesuai situasi kondisi saat proses pembelajaran disekolah. Agar dapat mempelancar interaksi antara pendidik dan peserta didik sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.
Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Pertama, media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster dan lain-lain. Media grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran panjang dan lebar. Kedua,media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti model padat, model penampang, model susun, model kerja, diorama dan lain-lain. Ketiga, media Proyeksi seperti slide, film, penggunaan OHP dan lain-lain. Keempat, penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran.
Penggunaan media di atas tidak dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran.

Media maupun sumber belajar secara garis besarnya, terdiri atas dua jenis yaitu :
a.    Media atau sumber belajar yang dirancang, yaitu media dan sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.
b.    Media atau sumber belajar yang dimanfaatkan, yaitu media dan sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keprluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran.
Media yang telah dikenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari jenisnya, daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatannya. Dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam :
1.    Media Auditif
2.    Media visual
3.    Media audio visual
b.Dilihat dari daya liputnya, media dibagi kedalam :
1.    Media dengan daya liput luas dan serentak. Contoh : radio dan televisi
2.    Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat. Contoh : film dan sound slide.
3.    Media untuk pengajaran individual. Contoh : modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.
c. Dilihat dari bahan pembuatannya, media dibagi ke dalam  :
1.    Media sederhana
2.    Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaanya tidak sulit.
3.    Media kompleks adalah media yang bahan dan alat pembuatanya sulit diperoleh serta mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunaanya memerlukan keterampilan yang memadai.
Selain itu, dapat pula diuraikan beberapa jenis alat yang dapat digunakan dalam media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut :
a.    Papan tulis, Papan tulis mempunyai nilai tertentu, seperti penyajian bahan dapat dilakukan secara jelas, kesalahan tulisan mudah diperbaiki, dapat merangsang anak untuk aktif, dapat menarik perhatian. Penggunaan papan tulis memerlukan keterampilan menulis dan kerajinan membersihkannya.
b.    Bulletin board dan display, Ini mempunyai nilai tertentu, seperti tempat mempertontonkan gambar-gambar khusus yang menunjukkan benda, poster atau karya kelas lainnya, dapat digunakan sebagai papan pengumuman kelas, pengumuman sekolah atau petugas, dan mampu memperluas minat anak dan menimbulkan semangat serta tanggung jawab bersama.
c.    Gambar dan ilustrasi fotografi, Bisa bersifat konkret, tak terlalu terbatas pada ruang dan waktu, membantu memperjelas masalah, membantu kelamahan indera, mudah didapat, relatif murah dan mudah digunakan.
d.    Slide dan film strip, Merupakan gambar yang diproyeksikan, dapat dilihat dan mudah dioperasikan. Disekolah-sekolah tradisional hampir tak pernah digunakan, karena slide dan filmstrip mensyaratkan sumber tenaga listrik dan perangkat keras.
e.    Rekaman pendidikan, Melalui alat ini kita dapat mendengarkan cerita, pidato, musik, sajak, pengajian. Selain itu, mempunyai nilai yaitu dapat memberikan bermacam-macam bahan, pelajaran dapat lebih konkret, mendorong aktivitas belajar dan sebagainya.
f.      Radio pendidikan, Radio pendidikan biasanya tidak dipergunakan penuh langsung untuk tujuan pendidikan. Di radio pendidikan biasanya siaran khusus untuk pendidikan diatur dengan jadwal.
g.    Televisi pendidikan, Media ini mempunyai nilai tertentu, yaitu bersifat langsung dan nyata, jangkuan luas, memungkinkan penyajian aneka ragam peristiwa dan menarik minat.
h.    Peta dan globe, Peta adalah penyajian visual dari muka bumi, globe adalah bola bumi atau model. Kedua ini berbeda secara gardual akan tetapi saling melengkapi.
i.      Buku pelajaran, Buku pelajaran mempunyai nilai tertentu yaitu, membantu guru merealisasikan kurikulum, memudahkan kontinuitas pelajaran, dapat dijadikan pegangan dan sebagainya.
j.      Alat teknologi pendidikan lainnya adalah mesin belajar dan belajar berprogram, laboratorium bahsa, komputer, kemah dan lain sebagainya yang juga merupakan media pendidikan yang mengandung nilai-nilai pendidikan.

Pengklasifikasian sumber belajar menurut Nana Sudjana terbagi ke dalam 5 bentuk sebagai berikut:
1.            Sumber belajar tercetak, seperti buku, majalah dan koran,
2.            Sumber belajar non cetak, seperti film, slide, radio dan video,
3.            Sumber belajar berbentuk fasilitas, seperti aula, perpustakaan dan studio,
4.            Sumber belajar berupa kegiatan, seperti seminar, wawancara dan observasi,
5.            Sumber belajar berupa lingkungan, seperti taman kota dan pabrik.
AECT (Association For Education Communication and Technology1979 mengklasifikasikan jenis sumber belajar menjadi 6 yaitu:
1.            Pesan (message)yaitu informasi yang ditransmisikan (diteruskan) oleh komponen lain dalam bentuk ide, fakta, arti dan data. Termasuk ke dalam kelompok pesan adalah semua bidang studi, materi pokok atau mata kuliah yang harus diberikan pelayanan kepada para pengguna PSB.
2.            Orang (people)yaitu manusia yang bertindak sebagai penyimpan, pengolah, penyaji pesan. Dalam kelompok ini jika dilihat dari sisi internal dimasukan para staff Pusat Sumber Belajar itu sendiri yang ada pada struktur organisasi PSB, yaitu:Kepala Sekolah, Koordinator PSB, Tenaga Adminitrasi, Ketua unit pengembangan sistem pembelajaran, Ketua unit pelayanan, dan Ketua unit pengembangan media. Selain para staff PSB itu sendiri juga, siswa/mahasiswa, guru/dosen/intruktur dan tenaga kependidikan termasuk kedalam sumber belajar itu.
3.            Bahan (materials)yaitu perangkat lunak yang mengandung pesan untuk disajikan melalui penggunaan alat ataupun oleh dirinya sendiri. Berbagai program media termasuk kategori bahan terdiri dari 2 kriteria, yaitu material sederhana dan material mutakhir, misalnya tranparansi, slide, film, audio, video, modul, majalah, dan lain-Iain.
4.            Alat (devices)yaitu perangkat keras yang digunakan untuk penyampaian pesan yang tersimpan dalam bahan. Misalnya, proyektor slide, overhead, video tape, pesawat televisi, 
5.            Teknik (techniques)yaitu prosedur atau acuan yang disiapkan untuk menggunakan bahan, peralatan, orang dan lingkungan untuk menyampaikan pesan. Contohnya pembelajaran terprogram, belajar sendiri, demonstrasi, ceramah, dan Iain-Iain
6.            Lingkungan (setting)yaitu situasi sekitar di mana pesan disampaikan, lingkungan bisa bersifat fisik (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, studio, dan sebagainya) maupun lingkungan non fisik (suasana belajar dan Iain-Iain)
      III. Manfaat media pembelajaran
Selain keempat nilai media pembelajaran di atas masih terdapat pula nilai-nilai yang lainnya dari pemanfaatan media pembelajaran di TK yaitu berikut ini :
1.    Memungkinkan anak berinteraksi secara langsung dengan lingkungannya.
2.    Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar pada masing-masing anak
3.    Membangkitkan motivasi belajar anak.
4.    Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpan menurut kebutuhan
5.    Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh anak
6.    Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
7.    Mengontrol arah dak kecepatan belajar anak.

·         Manfaat Peralatan Media Pembelajaran
                  Diantara manfaat atau kegunaan media pembelajaran yaitu:
a.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis( dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).
b.    Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:
      1. Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model.
2. Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.
3. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.
4. Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.
5.Obyek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll.
6.Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat di visualkan dalam bentuk film,film bingkai, gambar,dll.
c.    Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi.

Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:
1. Menimbulkan kegairahan belajar
2.Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
3.Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
d.    Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa,maka guru akan mengalami kesulitan. Semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar belakang guru dan siswa juga berbeda. Masalah ini juga bisa diatasi dengan media yang berbeda dengan kemampuan dalam
1.    Memberikan perangsang yang sama
2.    Mempersamakan pengalaman
3.    Menimbulkan persepsi yang sama.

IV. Peran Media Dalam Pembelajaran
 a. Belajar dan pembelajaran
Belajar merupakan perubahan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang disebabkan oleh adanya interaksi antara individu peserta didik dengan informasi atau lingkungan (Molenda, 1996:9). Terjadi proses belajar jika terjadinya perubahan itu disebabkan oleh adanya interaksi peserta didik dengan lingkungan belajar, bukan karena faktor pertumbuhan atau kedewasaan (maturity). Proses belajar terjadi pada setiap saat. Belajar dapat terjadi pada saat kita berjalan, menonton TV, mendengarkan radio, bercakap-cakap dengan orang lain, dsb. Peristiwa belajar secara insidental tersebut bukan yang menjadi titik perhatian para pendidik. Para pendidik menekankan proses belajar yang terjadi dalam usaha kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran merupakan pengaturan kondisi atau lingkungan yang memberikan fasiltas atau kemudahan belajar. Lingkungan dimaksud bukan hanya lingkungan tempat belajar, tetapi meliputi pula metode, media, dan peralatan yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan memberi bantuan belajar siswa. Pengaturan informasi dan lingkungan tersebut biasanya menjadi tanggungjawab pendidik dan perancang media. Pilihan strategi pembelajaran menentukan pengaturan lingkungan belajar (metode, media, dan fasilitas) dan cara bagaimana informasi pembelajaran disajikan. Jadi proses pembelajaran atau proses belajar mencakup pemilihan, pengaturan, dan penyampaian informasi dalam lingkungan yang tepat dan dan cara bagaimana peserta didik berinteraksi dengan lingkungan pembelajaran.
b. Peran media dalam pembelajaran
Media mempunyai banyak peran dalam proses belajar mengajar atau pembelajaran. Bentuk pembelajaran dapat berpusat pada guru (instructor-directed instruction) atau berpusat pada siswa (student-centered learning). Dalam bentuk pembelajaran berpusat pada guru, media digunakan oleh guru sebagai alat bantu ajar (teaching aid). Dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, media berperan sebagai media yang dapat mengajar sendiri dengan tanpa atau sedikit bantuan guru (self instructional media).
V.  Fungsi Media dalam Pembelajaran
Teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran lazimnya selalu diasosiasikan dengan media TV, radio, slide tape, film, dan sebagainya, yang kesemuanya termasuk dalam kategori perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software). Sebenarnya, pengertian teknologi pendidikan lebih daripada sekedar perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari salah satu definisi teknologi pendidikan yang berbunyi "proses sistematis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keseluruhan proses belajar mengajar, dan proses komunikasi dengan melibatkan manusia dan sumber belajar yang lain dengan tujuan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran" (Anderson, 1976, p. 19). Teknologi pendidikan merupakan bidang garapan yang berupaya membantu proses belajar manusia dengan menggunakan sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personalia (AECT, 1977). Teknologi pembelajaran merupakan teori dan praktek tentang disain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi terhadap proses dan sumber untuk belajar (AECT 1994).
Penggunaan media dalam pembelajaran didasarkan atas konsep dan prinsip teknologi pendidikan. Teknologi pendidikan seperti dikemukakan di depan merupakan bidang garapan yang berusaha membantu proses belajar manusia dengan jalan memanfaatkan secara optimal sumber-sumber belajar melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan, baik pengelolaan organisasi maupun pengelolaan personel ( Gafur,dkk. 1986, p. 2). Sumber belajar dimaksud meliputi pesan, orang, bahan, alat, teknik, dan lingkungan (POBATEL). Sumber belajar dapat kelompokkan menjadi dua, yaitu pertama sumber belajar yang direncanakan (misalnya TV Pendidikan, Kaset Pendidikan, Modul, Transparansi), dan kedua sumber belajar karena dimanfaatkan (misalnya ruang sidang pengadilan yang digunakan oleh mahasiswa yang mempelajari cara mengadili).
Jadi dalam rangka konsep dan prinsip teknologi pendidikan, media merupakan bagian dari sumber belajar. Agar pemanfaatannya optimal, sumber belajar tersebut perlu dikembangkan. Kegiatan pengembangan sumber belajar meliputi riset, disain, pemilihan, produksi, penyediaan logistik, pemanfaatan, dan penyebarluasan. Kegiatan pengelolaan dan pengembangan sumber belajar tidak lain dimaksudkan untuk mebantu proses belajar siswa yang memiliki berbagai karakteristik dan kemampuan belajar yang berbeda-beda.
Dengan menggunakan media sebagai produk teknologi pendidikan, diharapkan dapat dipetik beberapa keuntungan, antara lain: pendidikan menjadi lebih produktif, efektif, efisien, berdaya mampu tinggi, aktual, serempak, merata, dan menarik.
Secara garis besar, fungsi media dalam pembelajaran dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama sebagai alat bantu pembelajaran (teaching aids), dan kedua sebagai media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri tanpa bantuan pendidik (self instructional media). Media sebagai alat bantu pengajaran mengandung makna bahwa penggunaan media tersebut tergantung pada pendidik. Media tersebut digunakan untuk membantu pendidik dalam mengajar. Contoh media sebagai alat bantu pembelajaran misalnya, kapur, papan tulis, peta, bola dunia, bagan, grafik, proyektor slide,transparansi, OHP, dsb. Semua media tadi merupakan alat bantu bagi pendidik dalam mengajar. Media yang dapat digunakan untuk belajar sendiri dengan sedikit atau tanpa bantuan Pendidik, misalnya modul, komputer multimedia, paket pengajaran berprograma, buku resep, buku petunjuk pengoperasian suatu peralatan (user manual),dsb. Seperti pada tabel 2
Klasifikasi Media Menurut Fungsinya
Kelompok media Media Pembelajaran Mandiri (self instructional media) Alat Bantu Pengajaran (teaching aids)
1. Audio (suara) - Audio tape (open reel, casette tape) - Telepon
- Intercom
2. Bahan cetak (termasuk gambar/foto) - Teks Terprogram,
- Manual
- Modul
- Buku pedoman/petunjuk
- Hand out
- Papan tulis
- Grafik
- Transparansi
- Peta
- Globe
3. Gambar mati yang diproyeksikan - Slide, film strip (bisa disertai narasi/penjelasan) - Slide
- Transparansi
- Film strip
4. Audio-cetak (kombinasi 1 dan 2) - Lembaran kerja disertai tape
- Peta/diagram disertai narasi - Lembarankerja disertai audio tape
- Peta/diagram disertai narasi
5. Audio visual yang diproyeksikan - Film strip diberi narasi
- Sound-slide -
6. Gambar bergerak - Film tanpa suara - Film tanpa suara
7. Gambar/film bersuara - Film bersuara
- Video-tape
- Audio-vision (Video disertai alat peraga benda nyata) - Film bersuara, video tape
8. Obyek/benda - Benda nyata
- Model/tiruan benda - Specimen
- Benda nyata
- Model/tiruan benda
9. Hubungan antar pribadi dan pengalaman langsung (Pendidik, teman sejawat) - - Permainan
- Simulasi
- Kunjungan lapangan
- Diskusi kelompok
10. Komputer Komputer Alat Bantu Ajar (CAI)
Internet
Web Course Tool (WBCT) - Komputer multimedia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar